Yogyakarta — Sekolah kader
yang berkemajuan adalah yang menulis buku ajarnya sendiri, berdasarkan world
view, filsafat ilmu dan filsafat pendidikannya sendiri, diajarkan kepada
peserta didiknya sendiri untuk melahirkan kader-kader persyarikatan, kader
ummat, kader bangsa dan kader kemanusiaan.
| Launching Buku Ajar Pesantren Muhammadiyah |
Hal itu disampaikan Habib
Chirzin ketika acara peluncuran 8 buku ajar Pesantren Muhammadiyah yang secara
simbolis dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah bersama Ketua LP2M UAD Yogyakarta
di aula IslamIc Center Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
“Semoga nantinya terus berkemajuan,” tandas Habib Chirzin.
Ketika memberikan sambutan,
Habib Chirzin menyampaikan tahniah kepada LP2M (Lembaga Pengembangan Pesantren
Muhammadiyah) dengan 255 pesantren anggotanya beserta segenap tim penulis buku
ajar Pesantren Muhammadiyah, tim editor dan tim penilai. “Atas ketekunan,
kesungguhan dan kerja sama, kerja keras dan kerja cerdasnya selama ini,” papar
Habib Chirzin.
Baca juga: Hanya Empat Organisasi yang Boleh Ada di PTM
Sehingga berhasil
menyelesaikan naskah dan menerbitkan 8 buah buku ajar. Dan akan segera disusul
oleh 6 buku selanjutnya sehingga menjadi 14 buku ajar.
Pada kesempatan itu, Habib
Chirzin berkesempatan menghadiahkan beberapa buah buku yang diterbitkan oleh
IIIT.
Pada saat ini IIIT telah
menerbitkan 527 buah buku, 610 buku terjemahan serta BIB (Books in Brief) oleh
para penulis di seluruh dunia dengan pusat penerbitannya di London.
Dengan tekun dan semangat,
Habib Chirzin mengikuti dan menunggui proses penyusunan kurikulum pesantren dan
penulisan buku ajar pesantren ini sejak Rakornas LP2M di UM Malang, Unmuh
Makassar, UM Yogyakarta, dan Pesantren Darul Arqom Garut. Berikut
workshop-workshopnya di MBS Prambanan, Wisma Sargede, Unires UMY, Mu’allimin
Yogyakarta, Pusdiklat Dikti Litbang Kaliurang dll.“Perjalanan panjang yang
penuh ketekunan dan dedikasi,” tandas Habib Chirzin, yang menambahkan semoga
bermanfaat dan barakah. (Affan)
Sumber:
mediamu.id

