Yogyakarta – ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan
tertua di Indonesia terus mengembangkan kiprahnya di berbagai bidang kehidupan.
Salah satunya dengan mengembangkan Cabang dan Ranting pimpinan ‘Aisyiyah
se-Indonesia.
Hal tersebut diangkat
khusus dalam diskusi Pengembangan Cabang dan Ranting bersama Lembaga
Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Bertempat di Ruang Sidang, Kantor PP ‘Aisyiyah Yogyakarta pada (01/07) diskusi
tersebut membahas bagaimana data menjadi bagian penting dalam pengolahan sistem
informasi organisasi dan pengembangan Cabang dan Ranting itu sendiri.
Menurut Ahmad Norma,
Ketua LPCR PP Muhammadiyah, pengembangan Cabang dan Ranting diawali dengan
membangun sistem data yang baik. “Syarat untuk membangun sistem data yang baik
membutuhkan, pertama data yang valid, kedua update data dan ketiga sinkron yang
kaitannya dengan update dan validnya data,” paparnya.
Baca Juga : HAMKA, Sosok yang Mengajarkan Kesederhanaan
“Proses pendataan ini
bukan hanya membantu menghitung jumlah cabang dan ranting yang ada tetapi juga
untuk memahami karakter Muhammadiyah di masing-masing provinsi. Sistem
pendataan harus sistematis dan kooperatif,” tambah Norma.
Sementara itu,
Sekretaris PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti mengatakan menjadi PR (Pekerjaan Rumah)
bersama untuk membuat seluruh kader merasa pentingnya kehadiran data dan
informasi bagi organisasi. “Merasa penting terhadap data dan informasi ini
harus ditanamkan di seluruh tingkat pimpinan, baik Cabang hingga Ranting
sehingga tidak ada lagi nantinya problem seperti data-data yang tidak sesuai
antara Cabang maupun Ranting dengan Pusat,” jelas Tri.
Baca Juga : Jenderal Sudirman, Kader Muhammadiyah Bapak TNI
Di akhir, Ketum PP
‘Aisyiyah, Siti Noordjannah menyampaikan bahwa
‘Aisyiyah dengan LPCR sebagai lembaga fasilitator yang bertugas
melakukan pengkondisian bagi pengembangan Cabang dan Ranting perlu saling
bersinergi memberikan potensi yang dimiliki. “Maka forum ini juga menjadi wadah
‘Aisyiyah dengan LPCR ini untuk saling bersinergi, tujuannya agar setiap
tingkat pimpinan dan seluruh anggotanya terus bergerak. Harus dilakukan bersama
antara pendataan dan kesadaran agar mengetahui keadaan majelis dan lembaga di
setiap tingkat pimpinan” pungkasnya. (AAM)
Sumber: aisyiah.or.id

